Pages

Showing posts with label parenting skills. Show all posts
Showing posts with label parenting skills. Show all posts

Friday, April 11, 2014

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif



Mungkin sebagian dari Anda pernah mengasuh seorang anak yang hiperaktif. Tidak terbayang betapa lelahnya saat harus menemaninya bermain dan melakukan aktivitas yang lain. Anak yang hiperaktif sangat sulit untuk dikendalikan. Tapi jangan khawatir, berikut akan dibahas mengenai cara yang tepat untuk mengontrol seorang anak hiperaktif seperti dilansir dari situs LovetoKnow.


Tingkah seorang anak yang hiperaktif sangat sulit dikendalikan, mereka bahkan sampai membuat pengasuhnya putus asa untuk menemaninya beraktivitas. Beberapa kelakuannya meliputi tidak mau duduk tenang, emosi meledak-ledak, tidak mau memperhatikan dan sangat sensitif. Tapi, jika Anda mengetahui cara untuk mengendalikan anak yang hiperaktif ini, dia bisa menjadi seorang anak yang lebih unggul pada beberapa hal daripada anak yang lain.


- Cari strategi yang paling pas


Setiap anak pasti memiliki perilaku yang berbeda. Maka dari itu, cara penanganannya pun juga berbeda. Cobalah beberapa macam strategi dan amati bagaimana dan kapan strategi tersebut dapat berjalan dengan baik.


- Berikan sedikit hukuman


Anak yang hiperaktif sulit mengetahui apakah yang dilakukannya salah dan apa akibat dari yang dia lakukan. Coba beritahu tentang hal itu dengan memberi sedikit hukuman ketika dia melakukan hal yang tidak baik secara berlebihan. Dengan demikian, dia akan sedikit demi sedikit belajar. Perlu diketahui bahwa hal ini bergantung pada usia masing-masing anak.


- Pahami dia


Jika terkadang saat Anda mengasuh beberapa anak lain telah menuruti Anda untuk duduk dan mendengarkan Anda, seorang anak yang hiperaktif mungkin akan berdiri dan duduk gelisah di sudut ruangan. Jika dia tidak berisik, biarkan dia seperti itu karena proses Anda mengasuh juga tidak terganggu dan dia kemungkinan juga akan mendengarkan dengan baik.


- Tetap tenang


Apapun yang sudah dia lakukan, sebagai seorang yang sudah besar dan dewasa, cobalah untuk tetap tenang. Tenang di sini bukan berarti Anda berperilaku seperti semuanya baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa. Tenang yang dimaksud di sini adalah mengatur anak yang Anda asuh dengan tegas namun tetap sabar.


- Sesekali abaikan dia


Ada kalanya Anda boleh mengabaikan yang dia lakukan. Terkadang dia melakukan hal-hal untuk mencari perhatian Anda. Saat inilah Anda boleh tidak mengacuhkannya dan membiarkan dia melakukan yang ia lakukan. Di sisi lain, cobalah untuk melihat beberapa hal positif lain yang ia miliki. Itulah yang sebaiknyaa dilakukan dalam mengasuh dan mengendalikan anak yang hiperaktif. Dengan mengetahui bahwa ia memiliki kebutuhan khusus, sudah sewajarnya Anda lebih bersabar dalam mengasuh mereka.

Thursday, April 10, 2014

Memilih game edukasi untuk anak

Game adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Anak-anak sangat senang bermain video game seperti playstation, x-box, psp, dll.
Terdapat banyak sekali jenis game yang ada seperti game olahraga, perang, simulator, edukasi, dll. Anda harus berhati-hati dalam memilih games anak.  Jangan sampai salah memilih karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan mental si anak.

Memiliki perangkat games anak sendiri di rumah akan lebih bagus karena Anda bisa mengontrol anak Anda yang sedang bermain. Dan juga menghindari pergaulan yang lebih liar, karena biasanya anak-anak yang sering bermain di game center sering mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan saat bermain game.
Unsur pornografi juga acapkali menjadi godaan anak saat bermain game online di warnet karena kondisi yang lepas dari kontrol orang tua.




Memilih game edukasi untuk anak

Permainan edukatif anak saat ini sudah banyak menjadi pilihan bagi para orang tua. Pasalnya, hal tersebut memiliki manfaat permainan-permainan edukatif untuk si kecil yang terbilang banyak.
Kemudian, salah satu manfaat dari permainan edukatif sendiri adalah untuk melatih kemampuan motorik halus dan kasar anak. Saat memainkan permainan edukatif, biasanya si kecil akan memfokuskan kemampuan pikirannya untuk bisa mengetahui bagaimana cara atau teknis memainkan permainan tersebut.

Di saat itulah kemampuan si kecil akan bisa tergali. Anak pun akan bisa terfokus pada permainannya. Hasilnya, anak akan melatih kemampuannya untuk berkonsentrasi.
Tentu bukan hal yang aneh mengapa permainan edukatif anak dapat membantu si kecil meningkatkan dan menambah wawasannya. Pasalnya, saat anak mulai bisa belajar berbicara, anak akan selalu berusaha untuk menceritakan pengalamannya.
Misalnya, anak akan bercerita tentang bagaimana ia memainkan mainannya atau bagaimana ia bisa menyusun balok hingga dapat membentuk sesunan bangunan yang indah.
 
Dalam jenis permainan edukatif, anak biasanya akan disuguhi berbagai warna dan bentuk. Hal semacam ini tentu sangat baik bagi pertumbuhan si kecil.
Pasalnya, melalui permainan ini, anak akan sedikit demi sedikit belajar tentang bentuk dan warna. Bahkan, jenis permainan edukatif ini juga akan mampu menunjang pertumbuhan si kecil kelak.

Menghindari  game anak yang berbau kekerasan 
Games anak yang berbau kekerasan memiliki dampak yang buruk pada anak. Anak harus dihindarkan dari game yang mengandung kekerasan, misalnya adegan tembak-menembak atau bahkan perkelahian.
Hal ini dikarenakan hal tersebut bisa menyebabkan anak merasa bahwa adegan kekerasan adalah hal yang wajar. Bahkan, secara tidak langsung atau secara tidak sadar, anak akan terdidik untuk menyelesaikan segala masalah mereka dengan cara kekerasan.
Banyak sekali aksi kekerasan anak yang dipicu oleh game kekerasan. Anak belum memiliki kematangan berpikir sehingga meniru apa yang dilihatnya tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Game kekerasan yang digemari anak misalnya : Smack-Down, Counter Strike, GTA dll.
Selain itu masih banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh game kekerasan antara lain :

Tidak bisa memecahkan masalah
Games anak yang berbau kekerasan membuat anak tidak belajar cara memecahkan masalah dengan cara-cara yang normal. Biasanya, mereka akan merasa bahwa kegiatan menembak atau membunuh seseorang akan bisa menyelesaikan semua masalah. 

Gejala gangguan emosional 
Sebuah studi menunjukkan bahwa video game berbau kekerasan menyebabkan peningkatan gejala gangguan emosional pada anak. Menurut peneliti, bermain video game berjam-jam dapat meningkatkan penurunan kinerja memori verbal pada anak.

Masalah perhatian 
Games anak yang berisi kekerasan membuat anak jadi pribadi yang hiperaktif. Terlebih, mereka juga akan mengalami masalah-masalah perhatian seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini membuat anak tidak dapat berkonsentrasi saat belajar karena sulit memperhatikan materi dan fokus pada pelajarannya. (maz)

Asal Edukatif, Video Game Bukanlah Momok

05 March 2014
Game adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Anak-anak sangat senang bermain video game seperti playstation, x-box, psp, dll.
Terdapat banyak sekali jenis game yang ada seperti game olahraga, perang, simulator, edukasi, dll. Anda harus berhati-hati dalam memilih games anak.  Jangan sampai salah memilih karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan mental si anak.
Memiliki perangkat games anak sendiri di rumah akan lebih bagus karena Anda bisa mengontrol anak Anda yang sedang bermain. Dan juga menghindari pergaulan yang lebih liar, karena biasanya anak-anak yang sering bermain di game center sering mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan saat bermain game.
Unsur pornografi juga acapkali menjadi godaan anak saat bermain game online di warnet karena kondisi yang lepas dari kontrol orang tua.

Memilih game edukasi untuk anak

Permainan edukatif anak saat ini sudah banyak menjadi pilihan bagi para orang tua. Pasalnya, hal tersebut memiliki manfaat permainan-permainan edukatif untuk si kecil yang terbilang banyak.
Kemudian, salah satu manfaat dari permainan edukatif sendiri adalah untuk melatih kemampuan motorik halus dan kasar anak. Saat memainkan permainan edukatif, biasanya si kecil akan memfokuskan kemampuan pikirannya untuk bisa mengetahui bagaimana cara atau teknis memainkan permainan tersebut.
Di saat itulah kemampuan si kecil akan bisa tergali. Anak pun akan bisa terfokus pada permainannya. Hasilnya, anak akan melatih kemampuannya untuk berkonsentrasi.
Tentu bukan hal yang aneh mengapa permainan edukatif anak dapat membantu si kecil meningkatkan dan menambah wawasannya. Pasalnya, saat anak mulai bisa belajar berbicara, anak akan selalu berusaha untuk menceritakan pengalamannya.
Misalnya, anak akan bercerita tentang bagaimana ia memainkan mainannya atau bagaimana ia bisa menyusun balok hingga dapat membentuk sesunan bangunan yang indah.
Dalam jenis permainan edukatif, anak biasanya akan disuguhi berbagai warna dan bentuk. Hal semacam ini tentu sangat baik bagi pertumbuhan si kecil.
Pasalnya, melalui permainan ini, anak akan sedikit demi sedikit belajar tentang bentuk dan warna. Bahkan, jenis permainan edukatif ini juga akan mampu menunjang pertumbuhan si kecil kelak.

Menghindari  game anak yang berbau kekerasan 
Games anak yang berbau kekerasan memiliki dampak yang buruk pada anak. Anak harus dihindarkan dari game yang mengandung kekerasan, misalnya adegan tembak-menembak atau bahkan perkelahian.
Hal ini dikarenakan hal tersebut bisa menyebabkan anak merasa bahwa adegan kekerasan adalah hal yang wajar. Bahkan, secara tidak langsung atau secara tidak sadar, anak akan terdidik untuk menyelesaikan segala masalah mereka dengan cara kekerasan.
Banyak sekali aksi kekerasan anak yang dipicu oleh game kekerasan. Anak belum memiliki kematangan berpikir sehingga meniru apa yang dilihatnya tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Game kekerasan yang digemari anak misalnya : Smack-Down, Counter Strike, GTA dll.
Selain itu masih banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh game kekerasan antara lain :

Tidak bisa memecahkan masalah
Games anak yang berbau kekerasan membuat anak tidak belajar cara memecahkan masalah dengan cara-cara yang normal. Biasanya, mereka akan merasa bahwa kegiatan menembak atau membunuh seseorang akan bisa menyelesaikan semua masalah.

Gejala gangguan emosional
Sebuah studi menunjukkan bahwa video game berbau kekerasan menyebabkan peningkatan gejala gangguan emosional pada anak. Menurut peneliti, bermain video game berjam-jam dapat meningkatkan penurunan kinerja memori verbal pada anak.

Masalah perhatian
Games anak yang berisi kekerasan membuat anak jadi pribadi yang hiperaktif. Terlebih, mereka juga akan mengalami masalah-masalah perhatian seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini membuat anak tidak dapat berkonsentrasi saat belajar karena sulit memperhatikan materi dan fokus pada pelajarannya. (maz)
- See more at: http://www.perempuan.com/read/asal-edukatif-video-game-bukanlah-momok#sthash.DVpz2P2B.dpuf

Asal Edukatif, Video Game Bukanlah Momok

05 March 2014
Game adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Anak-anak sangat senang bermain video game seperti playstation, x-box, psp, dll.
Terdapat banyak sekali jenis game yang ada seperti game olahraga, perang, simulator, edukasi, dll. Anda harus berhati-hati dalam memilih games anak.  Jangan sampai salah memilih karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan mental si anak.
Memiliki perangkat games anak sendiri di rumah akan lebih bagus karena Anda bisa mengontrol anak Anda yang sedang bermain. Dan juga menghindari pergaulan yang lebih liar, karena biasanya anak-anak yang sering bermain di game center sering mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan saat bermain game.
Unsur pornografi juga acapkali menjadi godaan anak saat bermain game online di warnet karena kondisi yang lepas dari kontrol orang tua.

Memilih game edukasi untuk anak

Permainan edukatif anak saat ini sudah banyak menjadi pilihan bagi para orang tua. Pasalnya, hal tersebut memiliki manfaat permainan-permainan edukatif untuk si kecil yang terbilang banyak.
Kemudian, salah satu manfaat dari permainan edukatif sendiri adalah untuk melatih kemampuan motorik halus dan kasar anak. Saat memainkan permainan edukatif, biasanya si kecil akan memfokuskan kemampuan pikirannya untuk bisa mengetahui bagaimana cara atau teknis memainkan permainan tersebut.
Di saat itulah kemampuan si kecil akan bisa tergali. Anak pun akan bisa terfokus pada permainannya. Hasilnya, anak akan melatih kemampuannya untuk berkonsentrasi.
Tentu bukan hal yang aneh mengapa permainan edukatif anak dapat membantu si kecil meningkatkan dan menambah wawasannya. Pasalnya, saat anak mulai bisa belajar berbicara, anak akan selalu berusaha untuk menceritakan pengalamannya.
Misalnya, anak akan bercerita tentang bagaimana ia memainkan mainannya atau bagaimana ia bisa menyusun balok hingga dapat membentuk sesunan bangunan yang indah.
Dalam jenis permainan edukatif, anak biasanya akan disuguhi berbagai warna dan bentuk. Hal semacam ini tentu sangat baik bagi pertumbuhan si kecil.
Pasalnya, melalui permainan ini, anak akan sedikit demi sedikit belajar tentang bentuk dan warna. Bahkan, jenis permainan edukatif ini juga akan mampu menunjang pertumbuhan si kecil kelak.

Menghindari  game anak yang berbau kekerasan 
Games anak yang berbau kekerasan memiliki dampak yang buruk pada anak. Anak harus dihindarkan dari game yang mengandung kekerasan, misalnya adegan tembak-menembak atau bahkan perkelahian.
Hal ini dikarenakan hal tersebut bisa menyebabkan anak merasa bahwa adegan kekerasan adalah hal yang wajar. Bahkan, secara tidak langsung atau secara tidak sadar, anak akan terdidik untuk menyelesaikan segala masalah mereka dengan cara kekerasan.
Banyak sekali aksi kekerasan anak yang dipicu oleh game kekerasan. Anak belum memiliki kematangan berpikir sehingga meniru apa yang dilihatnya tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Game kekerasan yang digemari anak misalnya : Smack-Down, Counter Strike, GTA dll.
Selain itu masih banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh game kekerasan antara lain :

Tidak bisa memecahkan masalah
Games anak yang berbau kekerasan membuat anak tidak belajar cara memecahkan masalah dengan cara-cara yang normal. Biasanya, mereka akan merasa bahwa kegiatan menembak atau membunuh seseorang akan bisa menyelesaikan semua masalah.

Gejala gangguan emosional
Sebuah studi menunjukkan bahwa video game berbau kekerasan menyebabkan peningkatan gejala gangguan emosional pada anak. Menurut peneliti, bermain video game berjam-jam dapat meningkatkan penurunan kinerja memori verbal pada anak.

Masalah perhatian
Games anak yang berisi kekerasan membuat anak jadi pribadi yang hiperaktif. Terlebih, mereka juga akan mengalami masalah-masalah perhatian seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini membuat anak tidak dapat berkonsentrasi saat belajar karena sulit memperhatikan materi dan fokus pada pelajarannya. (maz)
- See more at: http://www.perempuan.com/read/asal-edukatif-video-game-bukanlah-momok#sthash.DVpz2P2B.dpuf