Pages

Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Thursday, April 17, 2014

10 Tips Belajar Pintar

Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.
1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.
8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Sumber : BeritaUnik.net 

Thursday, April 10, 2014

Memilih game edukasi untuk anak

Game adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Anak-anak sangat senang bermain video game seperti playstation, x-box, psp, dll.
Terdapat banyak sekali jenis game yang ada seperti game olahraga, perang, simulator, edukasi, dll. Anda harus berhati-hati dalam memilih games anak.  Jangan sampai salah memilih karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan mental si anak.

Memiliki perangkat games anak sendiri di rumah akan lebih bagus karena Anda bisa mengontrol anak Anda yang sedang bermain. Dan juga menghindari pergaulan yang lebih liar, karena biasanya anak-anak yang sering bermain di game center sering mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan saat bermain game.
Unsur pornografi juga acapkali menjadi godaan anak saat bermain game online di warnet karena kondisi yang lepas dari kontrol orang tua.




Memilih game edukasi untuk anak

Permainan edukatif anak saat ini sudah banyak menjadi pilihan bagi para orang tua. Pasalnya, hal tersebut memiliki manfaat permainan-permainan edukatif untuk si kecil yang terbilang banyak.
Kemudian, salah satu manfaat dari permainan edukatif sendiri adalah untuk melatih kemampuan motorik halus dan kasar anak. Saat memainkan permainan edukatif, biasanya si kecil akan memfokuskan kemampuan pikirannya untuk bisa mengetahui bagaimana cara atau teknis memainkan permainan tersebut.

Di saat itulah kemampuan si kecil akan bisa tergali. Anak pun akan bisa terfokus pada permainannya. Hasilnya, anak akan melatih kemampuannya untuk berkonsentrasi.
Tentu bukan hal yang aneh mengapa permainan edukatif anak dapat membantu si kecil meningkatkan dan menambah wawasannya. Pasalnya, saat anak mulai bisa belajar berbicara, anak akan selalu berusaha untuk menceritakan pengalamannya.
Misalnya, anak akan bercerita tentang bagaimana ia memainkan mainannya atau bagaimana ia bisa menyusun balok hingga dapat membentuk sesunan bangunan yang indah.
 
Dalam jenis permainan edukatif, anak biasanya akan disuguhi berbagai warna dan bentuk. Hal semacam ini tentu sangat baik bagi pertumbuhan si kecil.
Pasalnya, melalui permainan ini, anak akan sedikit demi sedikit belajar tentang bentuk dan warna. Bahkan, jenis permainan edukatif ini juga akan mampu menunjang pertumbuhan si kecil kelak.

Menghindari  game anak yang berbau kekerasan 
Games anak yang berbau kekerasan memiliki dampak yang buruk pada anak. Anak harus dihindarkan dari game yang mengandung kekerasan, misalnya adegan tembak-menembak atau bahkan perkelahian.
Hal ini dikarenakan hal tersebut bisa menyebabkan anak merasa bahwa adegan kekerasan adalah hal yang wajar. Bahkan, secara tidak langsung atau secara tidak sadar, anak akan terdidik untuk menyelesaikan segala masalah mereka dengan cara kekerasan.
Banyak sekali aksi kekerasan anak yang dipicu oleh game kekerasan. Anak belum memiliki kematangan berpikir sehingga meniru apa yang dilihatnya tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Game kekerasan yang digemari anak misalnya : Smack-Down, Counter Strike, GTA dll.
Selain itu masih banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh game kekerasan antara lain :

Tidak bisa memecahkan masalah
Games anak yang berbau kekerasan membuat anak tidak belajar cara memecahkan masalah dengan cara-cara yang normal. Biasanya, mereka akan merasa bahwa kegiatan menembak atau membunuh seseorang akan bisa menyelesaikan semua masalah. 

Gejala gangguan emosional 
Sebuah studi menunjukkan bahwa video game berbau kekerasan menyebabkan peningkatan gejala gangguan emosional pada anak. Menurut peneliti, bermain video game berjam-jam dapat meningkatkan penurunan kinerja memori verbal pada anak.

Masalah perhatian 
Games anak yang berisi kekerasan membuat anak jadi pribadi yang hiperaktif. Terlebih, mereka juga akan mengalami masalah-masalah perhatian seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini membuat anak tidak dapat berkonsentrasi saat belajar karena sulit memperhatikan materi dan fokus pada pelajarannya. (maz)

Asal Edukatif, Video Game Bukanlah Momok

05 March 2014
Game adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Anak-anak sangat senang bermain video game seperti playstation, x-box, psp, dll.
Terdapat banyak sekali jenis game yang ada seperti game olahraga, perang, simulator, edukasi, dll. Anda harus berhati-hati dalam memilih games anak.  Jangan sampai salah memilih karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan mental si anak.
Memiliki perangkat games anak sendiri di rumah akan lebih bagus karena Anda bisa mengontrol anak Anda yang sedang bermain. Dan juga menghindari pergaulan yang lebih liar, karena biasanya anak-anak yang sering bermain di game center sering mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan saat bermain game.
Unsur pornografi juga acapkali menjadi godaan anak saat bermain game online di warnet karena kondisi yang lepas dari kontrol orang tua.

Memilih game edukasi untuk anak

Permainan edukatif anak saat ini sudah banyak menjadi pilihan bagi para orang tua. Pasalnya, hal tersebut memiliki manfaat permainan-permainan edukatif untuk si kecil yang terbilang banyak.
Kemudian, salah satu manfaat dari permainan edukatif sendiri adalah untuk melatih kemampuan motorik halus dan kasar anak. Saat memainkan permainan edukatif, biasanya si kecil akan memfokuskan kemampuan pikirannya untuk bisa mengetahui bagaimana cara atau teknis memainkan permainan tersebut.
Di saat itulah kemampuan si kecil akan bisa tergali. Anak pun akan bisa terfokus pada permainannya. Hasilnya, anak akan melatih kemampuannya untuk berkonsentrasi.
Tentu bukan hal yang aneh mengapa permainan edukatif anak dapat membantu si kecil meningkatkan dan menambah wawasannya. Pasalnya, saat anak mulai bisa belajar berbicara, anak akan selalu berusaha untuk menceritakan pengalamannya.
Misalnya, anak akan bercerita tentang bagaimana ia memainkan mainannya atau bagaimana ia bisa menyusun balok hingga dapat membentuk sesunan bangunan yang indah.
Dalam jenis permainan edukatif, anak biasanya akan disuguhi berbagai warna dan bentuk. Hal semacam ini tentu sangat baik bagi pertumbuhan si kecil.
Pasalnya, melalui permainan ini, anak akan sedikit demi sedikit belajar tentang bentuk dan warna. Bahkan, jenis permainan edukatif ini juga akan mampu menunjang pertumbuhan si kecil kelak.

Menghindari  game anak yang berbau kekerasan 
Games anak yang berbau kekerasan memiliki dampak yang buruk pada anak. Anak harus dihindarkan dari game yang mengandung kekerasan, misalnya adegan tembak-menembak atau bahkan perkelahian.
Hal ini dikarenakan hal tersebut bisa menyebabkan anak merasa bahwa adegan kekerasan adalah hal yang wajar. Bahkan, secara tidak langsung atau secara tidak sadar, anak akan terdidik untuk menyelesaikan segala masalah mereka dengan cara kekerasan.
Banyak sekali aksi kekerasan anak yang dipicu oleh game kekerasan. Anak belum memiliki kematangan berpikir sehingga meniru apa yang dilihatnya tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Game kekerasan yang digemari anak misalnya : Smack-Down, Counter Strike, GTA dll.
Selain itu masih banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh game kekerasan antara lain :

Tidak bisa memecahkan masalah
Games anak yang berbau kekerasan membuat anak tidak belajar cara memecahkan masalah dengan cara-cara yang normal. Biasanya, mereka akan merasa bahwa kegiatan menembak atau membunuh seseorang akan bisa menyelesaikan semua masalah.

Gejala gangguan emosional
Sebuah studi menunjukkan bahwa video game berbau kekerasan menyebabkan peningkatan gejala gangguan emosional pada anak. Menurut peneliti, bermain video game berjam-jam dapat meningkatkan penurunan kinerja memori verbal pada anak.

Masalah perhatian
Games anak yang berisi kekerasan membuat anak jadi pribadi yang hiperaktif. Terlebih, mereka juga akan mengalami masalah-masalah perhatian seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini membuat anak tidak dapat berkonsentrasi saat belajar karena sulit memperhatikan materi dan fokus pada pelajarannya. (maz)
- See more at: http://www.perempuan.com/read/asal-edukatif-video-game-bukanlah-momok#sthash.DVpz2P2B.dpuf

Asal Edukatif, Video Game Bukanlah Momok

05 March 2014
Game adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Anak-anak sangat senang bermain video game seperti playstation, x-box, psp, dll.
Terdapat banyak sekali jenis game yang ada seperti game olahraga, perang, simulator, edukasi, dll. Anda harus berhati-hati dalam memilih games anak.  Jangan sampai salah memilih karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan mental si anak.
Memiliki perangkat games anak sendiri di rumah akan lebih bagus karena Anda bisa mengontrol anak Anda yang sedang bermain. Dan juga menghindari pergaulan yang lebih liar, karena biasanya anak-anak yang sering bermain di game center sering mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan saat bermain game.
Unsur pornografi juga acapkali menjadi godaan anak saat bermain game online di warnet karena kondisi yang lepas dari kontrol orang tua.

Memilih game edukasi untuk anak

Permainan edukatif anak saat ini sudah banyak menjadi pilihan bagi para orang tua. Pasalnya, hal tersebut memiliki manfaat permainan-permainan edukatif untuk si kecil yang terbilang banyak.
Kemudian, salah satu manfaat dari permainan edukatif sendiri adalah untuk melatih kemampuan motorik halus dan kasar anak. Saat memainkan permainan edukatif, biasanya si kecil akan memfokuskan kemampuan pikirannya untuk bisa mengetahui bagaimana cara atau teknis memainkan permainan tersebut.
Di saat itulah kemampuan si kecil akan bisa tergali. Anak pun akan bisa terfokus pada permainannya. Hasilnya, anak akan melatih kemampuannya untuk berkonsentrasi.
Tentu bukan hal yang aneh mengapa permainan edukatif anak dapat membantu si kecil meningkatkan dan menambah wawasannya. Pasalnya, saat anak mulai bisa belajar berbicara, anak akan selalu berusaha untuk menceritakan pengalamannya.
Misalnya, anak akan bercerita tentang bagaimana ia memainkan mainannya atau bagaimana ia bisa menyusun balok hingga dapat membentuk sesunan bangunan yang indah.
Dalam jenis permainan edukatif, anak biasanya akan disuguhi berbagai warna dan bentuk. Hal semacam ini tentu sangat baik bagi pertumbuhan si kecil.
Pasalnya, melalui permainan ini, anak akan sedikit demi sedikit belajar tentang bentuk dan warna. Bahkan, jenis permainan edukatif ini juga akan mampu menunjang pertumbuhan si kecil kelak.

Menghindari  game anak yang berbau kekerasan 
Games anak yang berbau kekerasan memiliki dampak yang buruk pada anak. Anak harus dihindarkan dari game yang mengandung kekerasan, misalnya adegan tembak-menembak atau bahkan perkelahian.
Hal ini dikarenakan hal tersebut bisa menyebabkan anak merasa bahwa adegan kekerasan adalah hal yang wajar. Bahkan, secara tidak langsung atau secara tidak sadar, anak akan terdidik untuk menyelesaikan segala masalah mereka dengan cara kekerasan.
Banyak sekali aksi kekerasan anak yang dipicu oleh game kekerasan. Anak belum memiliki kematangan berpikir sehingga meniru apa yang dilihatnya tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Game kekerasan yang digemari anak misalnya : Smack-Down, Counter Strike, GTA dll.
Selain itu masih banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh game kekerasan antara lain :

Tidak bisa memecahkan masalah
Games anak yang berbau kekerasan membuat anak tidak belajar cara memecahkan masalah dengan cara-cara yang normal. Biasanya, mereka akan merasa bahwa kegiatan menembak atau membunuh seseorang akan bisa menyelesaikan semua masalah.

Gejala gangguan emosional
Sebuah studi menunjukkan bahwa video game berbau kekerasan menyebabkan peningkatan gejala gangguan emosional pada anak. Menurut peneliti, bermain video game berjam-jam dapat meningkatkan penurunan kinerja memori verbal pada anak.

Masalah perhatian
Games anak yang berisi kekerasan membuat anak jadi pribadi yang hiperaktif. Terlebih, mereka juga akan mengalami masalah-masalah perhatian seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini membuat anak tidak dapat berkonsentrasi saat belajar karena sulit memperhatikan materi dan fokus pada pelajarannya. (maz)
- See more at: http://www.perempuan.com/read/asal-edukatif-video-game-bukanlah-momok#sthash.DVpz2P2B.dpuf